Welcome to My Blog!!! Rain

Sisfor ITS

Kamis, 20 Januari 2011

Asal Mula Kata Jancok


Artikel ini saya kutip dari sebuah blog, yang membuat saya tertarik dengan artikel ini adalah rasa penasaran saya tentang kata "jancok". Saya bukan warga Surabaya, memang kata ini pernah saya dengar di daerah saya. Namun saya tak pernah mengucapkan kata ini, sampai saya menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi ternama di Surabaya. Berikut isi dari artikel yang saya baca.
Begin :
Sebelum saya kupas lbh jauh. saya ada cerita, dulu waktu kuliah D4 di VEDC Malang. ada teman namanya Nanang Alfianto, kejadiannya di dalam kelas, waktu itu dosen kami sedang agak bercanda dengan kami karena beliau mendapat TELPON & SMS dari orang gEjE yang isinya kurang lbh spt ini : SELAMAT ANDA MENDAPATKAN HADIAN UANG TUNAI SEBESAR Rp.XXXXX YG DI UNDI TADI MALAM DI METRO TV bla.. bla… bla… :, ahirnya beliau nyuruh kami untuk sms tuh orang secara bersamaan ntah dengan ngomel dsb.
Akhirnya ada teman yg nyeletuk “eh rek pisui ae ala orang surabaya (JANCUK) gitu”. tanpa banyak komentar si Nanang bertanya ke dosen karena kebetulan tuh anak ada di samping bangku dosen
Nanang : pak sebenarnya JANCUK apa DANCUK ? (dengan polosnya)
Dosen : karepmu Nang, koen sreg sing ngendi/ terserah kamu senangnya yang mana (agak ketus)
Nanang : ^&#@%^&** (diam gak jelas)
he3x, O! kita mulai ya…………
tulisan ini saya ambil dari salah satu blog
Bagi kalian yang orang jawa timur, pasti sudah tak asing lagi dengan kata jancok, kata ini sangat terkenal di jawa timur, Bahkan orang-orang di jawa tengah dan jawa barat pun sering mengucapkan kata ini. Lantas apa sebenarnya arti kata Jancok dan bagaimana asal mulanya bisa terbentuk kata ini.
Jancok atau dancok adalah sebuah kata khas Surabaya yang telah banyak tersebar hingga meluas ke seantero Indonesia bahkan sudah mendunia. Warga Jawa Timur seperti Surabaya, Malang dll turut andil dalam penyebaran kata ini.

Jancok berasal dari kata ‘encuk’ yang memiliki padanan kata bersetubuh atau fuck dalam bahasa Inggris. Berasal dari frase ‘di-encuk’ menjadi ‘diancok’ lalu ‘dancok’ hingga akhirnya menjadi kata ‘jancok’.
Ada banyak varian kata jancok, semisal jancuk, dancuk, dancok, damput, dampot, diancuk, diamput, diampot, diancok, mbokne ancuk (=motherfucker), jangkrik, jambu, jancik, hancurit, hancik, hancuk, hancok, dll. Kata jangkrik, jambu adalah salah satu contoh bentuk kata yang lebih halus dari kata jancok.
Makna asli kata tersebut sesuai dengan asal katanya yakni ‘encuk’ lebih mengarah ke kata kotor bila kita melihatnya secara umum. Normalnya, kata tersebut dipakai untuk menjadi kata umpatan pada saat emosi meledak, marah atau untuk membenci dan mengumpat seseorang.
Namun, sejalan dengan perkembangan pemakaian kata tersebut, makna kata jancok dan kawan-kawannya meluas hingga menjadi kata simbol keakraban dan persahabatan khas (sebagian) arek-arek Suroboyo.
Kata-kata ini bila digunakan dalam situasi penuh keakraban, akan menjadi pengganti kata panggil atau kata ganti orang. Misalnya, “Yoopo kabarmu, cuk”, “Jancok sik urip ae koen, cuk?“. Serta orang yang diajak bicara tersebut seharusnya tidak marah, karena percakapan tersebut diselingi dengan canda tawa penuh keakraban dan berjabat tangan dong… Hehehehe….
Kata jancok juga bisa menjadi kata penegasan keheranan atau komentar terhadap satu hal. Misalnya “Jancok! Ayune arek wedok iku, cuk!”, “Jancuk ayune, rek!”, “Jancuk eleke, rek”, dll. Kalimat tersebut cocok dipakai bila melihat sesosok wanita cantik yang tiba-tiba melintas dihadapan. Hehe…
Akhiran ‘cok’ atau ‘cuk’ bisa menjadi kata seru dan kata sambung bila penuturnya kerap menggunakan kata jancok dalam kehidupan sehari-hari. “Wis mangan tah cuk. Iyo cuk, aku kaet wingi lak durung mangan yo cuk. Luwe cuk.”. Atau “Jancuk, maine Arsenal mambengi uelek cuk. Pemaine kartu merah siji cuk.
Dan memang, kata ini sangat enak diucapkan, sampai sampai saya ketagihan mengucapkan kata ini, walaupun arti yang saya tekankan bukanlah arti kotor, tapi hanya sekedar kata pemanggilan saja, dan ternyata di pergaulan sekolah saya kata itu sudah biasa

Lanjut bacanya.. Klik untuk Melanjutkan!

Kisah Seekor Monyet


Seekor anak monyet bersiap-siap hendak melakukan perjalanan jauh. Ia merasa sudah bosan dengan hutan tempat hidupnya sekarang. Ia mendengar bahwa di bagian lain dunia ini ada tempat yang disebut "hutan" di mana ia berpikir akan mendapatkan tempat yang lebih "baik". "Aku akan mencari kehidupan yang lebih baik!" katanya. Orangtua si Monyet, meskipun bersedih, melepaskan kepergiannya. "Biarlah ia belajar untuk kehidupannya sendiri," kata sang Ayah kepada sang Ibu dengan bijak.

Maka pergilah si Anak Monyet itu mencari "hutan" yang ia gambarkan sebagai tempat hidup kau Monyet yang lebih baik. Sementara kedua orangtuanya tetap tinggal di hutan itu. Waktu terus berlalu, sampai suatu ketika, si Anak Monyet itu secara mengejutkan kembali ke orangtuanya. Tentu kedatangan anak semata wayang itu disambut gembira orangtuanya.

Sambil berpelukan, si Anak Monyet berkata, "Ayah, Ibu, aku tidak menemukan hutan seperti yang aku angan-angankan. Semua binatang yang aku temui selalu keheranan setiap aku menceritakan bahwa aku akan bergi ke sebuah tempat yang lebih baik bagi semua binatang yang bernama hutan." "Malah, mereka mentertawakanku." sambungnya sedih.

Sang Ayah dan Ibu hanya tersenyum mendengarkan si Anak Monyet itu. "Sampai aku bertemu dengan Gajah yang bijaksana," lanjutnya, "Ia mengatakan bahwa sebenarnya apa yang aku cari dan sebut sebagai hutan itu adalah hutan yang kita tinggali ini!. Kamu sudah mendapatkan dan tinggal di m hutan itu!" Benar, anakku. Kadang-kadang kita memang berpikir tentang hal-hal yang jauh, padahal apa yang dimaksud itu sebenarnya sudah ada di depan mata."

Kita semua adalah si Anak Monyet itu. Hal-hal sederhana, hal-hal ada di sekitar kita tidak kita perhatikan. Justru kita melihat hal yang "jauh-jauh" yang pada dasarnya sudah di depan mata. Kita gelisah dengan karir pekerjaan, kita gelisah dengan sekolah anak-anak, kita gelisah dengan segala rencana kehidupan kita. Padahal, yang pekerjaan kita sekarang adalah bagian dari karir kita. Padahal, anak-anak kita bersekolah sekarang adalah bagian dari proses pendidikan mereka dan hidup yang kita jalani adalah bagian dari rangkaian kehidupan kita ke masa yang akan datang.

Tanpa mengecilkan arti masa depan dan sesuatu yang lebih baik, ada baiknya apabila kita fokus dengan apa yang ada di depan mata, apa yang kita kerjakan sekarang, karena hal ini akan berpengaruh terhadap masa depan Anda. Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?". Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.

Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar- benar"hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air mata. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu." Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangin ketika mereka menangis.

 Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialamin oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan... Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan... Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.

"Masa depan Anda, karir Anda, serta kehidupan Anda adalah yang Anda kerjakan hari ini."


Lanjut bacanya.. Klik untuk Melanjutkan!

Belajar dari keledai

 Suatu hari, keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun/ditutup, karena berbahaya, jadi tidak ada gunanya untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.
Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.
Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri!
Sama halnya dengan kehidupan kita yang  terus saja dituangkan tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' kita analogikan dengan kesedihan, masalah, dsb adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan kita gunakan untuk melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah!
Lanjut bacanya.. Klik untuk Melanjutkan!

Minggu, 09 Januari 2011

Ular in Amazing Race

            Sabtu 18 Januari 2010 adalah saat yang ditunggu oleh para mahasiswa jurusan Sistem Informasi ITS 2010. Karena pada hari tersebut mereka akan melakukan Final Project. Biasanya final project adalah hal sangat ingin dihindari oleh para mahasiswa, karena final project identik dengan tugas tugas yang berat. Namun berbeda dengan mata kuliah yang satu ini.
            Untuk final project mata kuliah keterampilan interpersonal atau yang lebih dikenal dengan sebutan KI ini berbeda dengan mata kuliah lainnya. Mungkin ini juga yang menjadikan mata kuliah ini sebagai mata kuliah favorit pada tahun sebelumnya. Final project yang diberikan berupa sebuah game Amazing Race yaitu game dimana setiap kelompok akan melakukan perjalanan menuju destination yang sudah ditentukan.
            Setiap kelompok hanya bermodalkan uang yang terbatas jumlahnya. Uang tersebut harus digunakan sebaik baiknya. Harus cukup untuk pemberangkatan dan ongkos pulang. Berikut laporan perjalanan salah satu kelompok KI yaitu kelompok Ular yang di ketuai oleh Ayunda Puspa.
            Diawali dengan melakukan persiapan di taman Sistem Informasi, kelompok ini meletakkan setiap barang yang tidak boleh dibawa. Diantaranya adalah dompet, uang, handphone, tas hanya dibatasi 1 untuk tiap kelompok. Sedangkan barang yang boleh dibawa adalah fotocopy KTM, note dan alat tulis, serta bekal makanan dan minuman.
            Setelah itu kita diminta untuk mendiskusikan bagaimana kita akan berangkat menuju tempat tujuan yang telah ditentukan. Untuk tujuannya sendiri, kelompok ular ini mendapat tempat di Rusun daerah rungkut. Memang lokasinya merupakan yang terdekat diantara kelpompok yang ada, namun dalam pemikiran kita akan susah mendapatkan kendaraan yang menuju daerah tersebut jika dari ITS.
            Akhirnya kelompok ini memutuskan untuk berjalan menuju ke jalan Arif Rahman Hakim untuk mencari tumpangan. Awalnya kita melakukan negosiasi dengan sopir angkot. Namun biaya yang diminta oleh sopir tersebut terlalu mahal, sehingga negosiasi batal. Kami masih saja berharap bisa mendapat angkot dengan harga murah. Namun sayangnya 2 kali angkot yang kami hentikan tidak mendapat harga yang sesuai dengan uang yang kami miliki.
            Akhirnya saat negosiasi kedua batal, salah seorang teman kami yaitu Anisa Ingesti menghentikan sebuah mobil bak terbuka atau pick up. Beruntung bagi kami, karena pengendara pick up tadi mau memberikan tumpangan meskipun sebenarnya dia akan melakukan perjalanan ke kota Malang. Dalam perjalanan, taman kami Anisa tadi sempat berbincang bincang dengan sopir tadi.
            Ternyata dia berasal dari kota yang sama dengan salah seorang anggota kelompok kami yaitu Dani. Awalnya kami hanya akan menumpang hingga daerah jembatan Mer, tapi karena merasa tanggung, kami mencoba untuk meminta diantar hingga rusun saja, ternyata mas sopir tadi mau. Dan yang kembali membuat kami senang adalah ketika hendak memberi uang ala kadarnya, dia menolak. Sehingga uang kami masih utuh.
            Sesampainya kami di tujuan, kami menemui fasilitator kami yaitu mas ridho. Di sana kita diminta untuk menemukan sebuah surat yang berisi tugas yang akan kita kerjakan selanjutnya. Mas ridho memberikan clue bahwa surat tersebut berada disekitar lokasi kita berada. Kami dengan mudah dapat menebak dimana surat itu disembunyikan, karena ketika kami tiba dilokasi, kami sempat melihat mas ridho sedang berbicara di sebuah warung. Beberapa anggota kami menuju ke sana, tapi ternyata surat itu sudah di berikan pada tukang sapu yang tadi berdiri di dekat kami.
            Isi surat tersebut adalah “ Tugas kalian sekarang adalah “pasir waktu” “. Awalnya kami sempat kebingungan apakah kami diminta untuk membuat pasir waktu atau mencari makna dari pasir waktu seperti salah satu game yang kami dapat ketika kuliah. Diskusi kelompok untuk menentukan apa maksud dari tugas tadi dilakukan. Akhirnya kami memutuskan untuk berpencar mencari benda yang bisa menjadi pasir waktu.
            Namun sekembalinya kami, beberapa diantara kami berpikir bahwa itu bukan benda. Tapi persepsi kami tentang bagaimana kami membagi waktu sesuai prioritas. Akhirnya kami kembali membagi menjadi kelompok kecil untuk mewawancarai beberapa warga sekitar untuk mencari info seperti apa prioritas warga disekitar rusun tersebut.
            Meskipun kami yakin dengan apa yang akan kami bawa pulang, yaitu pemikiran kami tentang pasir waktu. Kami terganjal oleh ulah mas ridho yang hanya senyum senyum. Meski sempat bimbang, akhirnya kami memutuskan untuk tetap pada apa yang kami yakini.
            Ketika bersiap untuk pulang, Ilham berkata “ jangan terlalu berharap mendapat tumpangan gratis lagi”. Akhirnya kami memutuskan untuk sambil lalu berjalan seperti saat kita berangkat di awal tadi. Cukup jauh kami berjalan hingga ada beberapa anggota yang tertinggal. Setelah menunggu anggota yang dibelakang, saya melihat sebuah truk warna kuning. Setelah menanyakan pada kelompok, akhirnya kami setuju.
            Tampaknya keberuntungan kembali berpihak pada kami. Karena tujuan truk tersebut adalah teknik elektro ITS. Setelah saling tolong menolong untuk naik ke atas truk, saya turun untuk mengambil foto sebagai dokumentasi. Tapi setelah say selesai mengambil foto dan akan naik ke truk lewat sisi samping. Truk tersebut melaju pelan, sehingga kaki saya yang berpijak pada ban truk tergelincir. Untungnya saya sempat melompat dan meraih badan truk, jadinya saya bisa naik ke truk tersebut.
            Selama perjalanan banyak dari anggota kelompok kami yang tenyata pertama kali naik truk dan naik pick up. Salah satunya adalah Ayik, dia terlihat sangat senang bisa merasakan sensasi naik truk dan pick up. Begitu pula dengan Farroh yang berasal dari jakarta, dia bilang bahwa “ ini pertama dan terakhir kalinya saya naik pick up dan truk”.
            Finally kami sampai di sistem informasi meskipun kami bukan yang pertama sampai. Dengan uang yang masih utuh, anggota lengkap dan sehat. Saya senang bisa bergabung dengan kelompok ular ini.
Lanjut bacanya.. Klik untuk Melanjutkan!

Rabu, 05 Januari 2011

Tantangan Selalu Ada

            Apapun yang akan kita lakukan dalam hidup ini pasti akan menghadapi yang namanya tantangan. Tidak peduli kita ini siapa dan apa pekerjaan yang sedang kita lakukan, tantangan akan selau ada. Bahkan jika posisi yang kita capai semakin tinggi, akan diikuti pula dengan tantangan yang semakin besar.
            Terkadang kita menyebut “tantangan” sebagai “masalah”. Tidak peduli bagaimana kita menyebutnya. Yang kita perlukan adalah cara untuk menghadapinya. Bukan selalu mengeluh pada apa yang kita alami.
            Yakinlah bahwa setiap kali kita menyelesaikan sebuah tantangan… Kita pasti akan mendapatkan sebuah kepuasan tersendiri. Buktinya? Banyak orang yang sengaja mencari tantangan. Karena mereka sudah merasakan bagaimana kepuasan setelah menaklukan tantangan. Tantangan ada bukan unutk menjadikan kita lemah, tapi menjadikan kita semakin siap dan semakin dewasa.
Kita tidak perlu seperti mereka, tidak perlu mendaki tebing yang terjal, melakukan aksi berbahaya, menyebrang selat dengan berenang, dan sebagainya. Kita bisa memilih tantangan yang memberikan manfaat bagi karir dan perjalanan kuliah kita. Saat kita mengalahkan tantangan, maka kita akan lebih siap untuk tantangan yang lebih besar dan tentunya dengan hasil yang setimpal.

Contoh tantangan dalam Kuliah : Mencoba untuk lulus dalam waktu 3,5 tahun dan gelar cumlaude, apa kita bisa???
Kadang tantangan datang tanpa kita cari. Bisa jadi datang dari persaingan yang tidak bisa kita hindari. Tidak perlu takut, tidak perlu mengeluh, dan jangan dijadikan masalah atau hambatan. Itu adalah tantangan yang perlu kita taklukkan agar kita lebih berkembang.
Kedua : fokuslah pada tujuan Anda. Misalnya saja, seorang pendaki gunung, dia fokus untuk sampai ke puncak. Dia tidak melihat ke bawah terus menerus. Fokus dia bagaimana sampai ke puncak dengan cara mengalahkan tantangan yang ada tepat di hadapan dia. Jika Anda fokus pada tujuan, pikiran Anda akan terpacu untuk mengalahkan tantangan dan bukan mengeluh.
Ketiga : kembangkan kreativitas yang kita miliki. Orang yang menyerah ialah orang yang tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Padahal, masih banyak ide yang bisa dilakukan. Tugas kita ialah menggali ide-ide tersebut kemudian menerapkannya untuk mengatasi tantangan di hadapan Anda.
Keempat : jagalah motivasi Anda. Mengatasi tantangan seperti mendaki gunung. Perlu energi yang besar. Oleh karena itu tingkatkan motivasi Anda dan jagalah agar tidak turun. Banyak orang yang kalah dari tantangan karena dia tidak memiliki motivasi yang kuat. Ketika dia sudah berada di puncak yang dia inginkan, maka seringkali terlena oleh apa yang didapatnya. Maka dari itu kita perlu untuk memotivasi diri serta menjaga motivasi itu agar tidak turun
Kelima : langlah demi langkah. Bagaimana cara orang mendaki gunung tertinggi di dunia? Selangkah demi selangkah. Jadi meski tantangan yang kita hadapi sebesar gunung… bagilah menjadi rencana harian. Ambil tindakan setiap hari, fokus, dan sabar. Karena kita tidak bisa menghabiskan 1ekor sapi hanya dengan sekali makan. Tentukan tujuan jangka panjang kita, kemudian tentukan jangka pendek dari jangka panjang yang sudah kita buat.
Lanjut bacanya.. Klik untuk Melanjutkan!

Sabtu, 01 Januari 2011

RESENSI BUKU BERPIKIR & BERJIWA BESAR

IDENTITAS BUKU

Judul buku : Berpikir dan Berjiwa Besar (The Magic of Thinking Big)
Pengarang : David J. Schwartz
Penerbit : Binarupa Aksara
Tahun terbit : 2007
Tebal : 420 halaman

SINOPSIS
“Bagaimana Berpikir Besar”

Keberhasilan seseorang didasarkan dari bagaimana orang itu berpikir mengenai dirinya. Jika ia berpikir mampu untuk berhasil maka keberhasilan akan diraihnya. Namun jika ia berpikir bahwa ia tidak akan mungkin berhasil, maka keberhasilan akan menjauh darinya. Pikiran optimis akan menjadikan pribadi seseorang makin percaya diri dengan apa yang dilakukannya. Sedangkan pikiran pesimis akan berlaku sebaliknya.
Untuk  seseorang yang selalu pesimis, dia akan terus mencari alasan untuk menjelaskan mengapa ia selalu gagal. Bermacam alasan digunakan, misalnya tentang usia, kesehatan,  pengetahuan dan kesempatan. Contoh dari dalih usia adalah sering kali kita mengatakan terlalu muda atau terlalu tua untuk melakukan sesuatu. Dalih kesehatan misalnya ketika kita tidak mampu melakukan sesuatu dengan baik, kita sering kali menyalahkan kesehatan kita untuk menutupi kesalahan kita sendiri. Sehingga tipe orang seperti ini selamanya akan termakan oleh dalih dan selamanya pula dia tidak akan mampu berbuat apa-apa.
Sementara itu orang-orang sukses adalah orang yang selalu melakukan apa yang dia rencanakan. Mereka selalu mencari cara untuk bisa hidup lebih baik dan segera merealisasikan apa yang direncanakannya. Bagi orang yang optimis, berbuat sekarang akan lebih baik daripada kehilangan kesempatan sama sekali.
Orang  sukses akan selalu berpikir positif tentang orang lain. Bagi mereka, mereka tidak akan berhasil tanpa orang lain. Bagi seorang pengusaha sukses, kliennya adalah hal yang selalu membuat mereka senang. Si pengusaha akan berpikir positif tentang kliennya karena dialah sumber penghasilannya. Begitu pula dengan seorang wiraniaga sukses selalu berpikir positif tentang calon pembelinya. Hal ini juga akan menimbulkan pikiran positif pada si calon pembeli sehingga ia akan tertarik untuk membeli. Itulah alasan mengapa pikiran positif mendatangkan kesuksesan.
Buku ini akan membantu para pembaca memanajemen pikiran positif kita, membantu membangun kepercayaan diri untuk menjadikan kita lebih baik serta menjadikan orang lain mengikuti cara berpikir kita. David J. Schwartz telah berhasil memberikan contoh cara berpikir dan memiliki jiwa yang besar seperti orang-orang yang telah sukses. Langkah langkah sederhana yang disusun dalam buku ini sudah terbukti dalam realita. Cara cara yang universal sehingga mampu untuk diterapkan dalam banyak hal.

KELEBIHAN
  • Bahasa yang digunakan mudah dimengerti dan penuh motivasi.
  • Tekhnik pemaparan yang sangat menarik.
  • Gaya bercerita yang khas dan cenderung tidak menggurui.
  • Contoh yang diberikan dapat diterapkan dalam berbagai bidang
KEKURANGAN
  • Tampilan kover yang kurang menarik.
  • Tidak ada tambahan-tambahan gambar.
MANFAAT
  • Begitu memotivasi pembaca untuk meneladani pola pikir orang-orang sukses.
  • Buku ini dapat membangkitkan semangat untuk terus berusaha daripada hanya sekedar mengeluh saja.
  • Menciptakan pola pikir yang selalu positif.
  • Memberi inspirasi bagaimana cara menulis buku motivasi dan menjadi motivator yang baik.
  • Menjadikan kita lebih kreatif, percaya diri dan berjiwa besar.
Lanjut bacanya.. Klik untuk Melanjutkan!

Kado Natal dari Bromo

             
Efek hujan abu vulkanik dari letusan gunung Bromo kali ini ternyata cukup besar dan dan meliputi area yang cukup luas. Material debu vulkanik yang terbawa angin telah mencapai pulau madura. Kejadian ini merupakan yang pertama kalinya terjadi di pulau yang dikenal dengan pulau garam itu.
Debu vulkanik yang di keluarkan oleh gunung Bromo kali ini memang tergolong banyak. Status siaga yang dikeluarkan oleh pos pengawas gunung bromo belum juga dinaikkan menjadi awas, padahal kategori letusan yang belakangan ini terjadi tidak lagi bisa digolongkan status siaga.
Letusan yang awalnya hanya merupakan semburan semburan abu vulkanik, kini mulai berubah menjadi letusan dengan tipe Vulkanik Bom. Yaitu letusan yang disertai dengan luapan bongkahan bongkahan batu yang cukup besar.
Meski begitu letusan tersebut belum terlalu membahayakan warga sekitar. Yang lebih berbahaya adalah abu vulkanik yang dihasilkan oleh letusan tersebut. Abu vulkanik yang terbawa angin tersebut dapat menyebabkan gangguan pernafasan dan penglihatan. Tidak hanya itu, ladang tanaman warga juga rusak akibat guyuran abu vulakanik ini.
Penyebab utama abu vulkanik ini mencapai pulau madura adalah karena ketinggian letusan yang mencapai ketinggian 400 hingga 800 meter menuju ke arah timur dan timur laut. Serta cuaca yang sering kali berangin yang cukup kencang.
“Bromo saat ini masih tertutup asap tebal berwarna kelabu kecoklatan. Tingginya antara 400 hingga 800 meter menuju ke arah Timur dan Timur Laut," kata Kepala Pos Pantau Gunung Bromo, M Syafii, Senin 20 Desember 2010.
Dengan banyaknya daerah yang terkena abu vulkanik ini. Pemerintah menyarankan agar para pengendara kendaraan bermotor terutama roda dua, untuk menggunakan masker agar tidak menghirup abu vulkanik tersebut.
Sebab abu vulkanik ini sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Akan banyak penyakit yang ditimbulkan jika kita menghirup abu vulkanik ini. Untuk pernafasan bisa berdampak pada paru-paru. Karena material  abu vulkanik tergolonga sangat halus dan mengandung silika kristal. Jika kita menghirup abu cukup tinggi, maka orang yang sehat pun akan mengalami kesulitan bernapas disertai batuk dan iritasi. Beberapa tanda-tanda penyakit pernapasan akut (jangka waktu pendek) akibat abu vulkanik adalah sebagai berikut:
  • Iritasi hidung dan pilek
  • Iritasi dan sakit tenggorokan, kadang disertai dengan batuk kering
  • Untuk penderita penyakit pernapasan, abu vulkanik dapat menyebabkan penyakit menjadi serius seperti tanda-tanda bronkitis akut selama beberapa hari


Lanjut bacanya.. Klik untuk Melanjutkan!