Welcome to My Blog!!! Rain: Ular in Amazing Race

Sisfor ITS

Minggu, 09 Januari 2011

Ular in Amazing Race

            Sabtu 18 Januari 2010 adalah saat yang ditunggu oleh para mahasiswa jurusan Sistem Informasi ITS 2010. Karena pada hari tersebut mereka akan melakukan Final Project. Biasanya final project adalah hal sangat ingin dihindari oleh para mahasiswa, karena final project identik dengan tugas tugas yang berat. Namun berbeda dengan mata kuliah yang satu ini.
            Untuk final project mata kuliah keterampilan interpersonal atau yang lebih dikenal dengan sebutan KI ini berbeda dengan mata kuliah lainnya. Mungkin ini juga yang menjadikan mata kuliah ini sebagai mata kuliah favorit pada tahun sebelumnya. Final project yang diberikan berupa sebuah game Amazing Race yaitu game dimana setiap kelompok akan melakukan perjalanan menuju destination yang sudah ditentukan.
            Setiap kelompok hanya bermodalkan uang yang terbatas jumlahnya. Uang tersebut harus digunakan sebaik baiknya. Harus cukup untuk pemberangkatan dan ongkos pulang. Berikut laporan perjalanan salah satu kelompok KI yaitu kelompok Ular yang di ketuai oleh Ayunda Puspa.
            Diawali dengan melakukan persiapan di taman Sistem Informasi, kelompok ini meletakkan setiap barang yang tidak boleh dibawa. Diantaranya adalah dompet, uang, handphone, tas hanya dibatasi 1 untuk tiap kelompok. Sedangkan barang yang boleh dibawa adalah fotocopy KTM, note dan alat tulis, serta bekal makanan dan minuman.
            Setelah itu kita diminta untuk mendiskusikan bagaimana kita akan berangkat menuju tempat tujuan yang telah ditentukan. Untuk tujuannya sendiri, kelompok ular ini mendapat tempat di Rusun daerah rungkut. Memang lokasinya merupakan yang terdekat diantara kelpompok yang ada, namun dalam pemikiran kita akan susah mendapatkan kendaraan yang menuju daerah tersebut jika dari ITS.
            Akhirnya kelompok ini memutuskan untuk berjalan menuju ke jalan Arif Rahman Hakim untuk mencari tumpangan. Awalnya kita melakukan negosiasi dengan sopir angkot. Namun biaya yang diminta oleh sopir tersebut terlalu mahal, sehingga negosiasi batal. Kami masih saja berharap bisa mendapat angkot dengan harga murah. Namun sayangnya 2 kali angkot yang kami hentikan tidak mendapat harga yang sesuai dengan uang yang kami miliki.
            Akhirnya saat negosiasi kedua batal, salah seorang teman kami yaitu Anisa Ingesti menghentikan sebuah mobil bak terbuka atau pick up. Beruntung bagi kami, karena pengendara pick up tadi mau memberikan tumpangan meskipun sebenarnya dia akan melakukan perjalanan ke kota Malang. Dalam perjalanan, taman kami Anisa tadi sempat berbincang bincang dengan sopir tadi.
            Ternyata dia berasal dari kota yang sama dengan salah seorang anggota kelompok kami yaitu Dani. Awalnya kami hanya akan menumpang hingga daerah jembatan Mer, tapi karena merasa tanggung, kami mencoba untuk meminta diantar hingga rusun saja, ternyata mas sopir tadi mau. Dan yang kembali membuat kami senang adalah ketika hendak memberi uang ala kadarnya, dia menolak. Sehingga uang kami masih utuh.
            Sesampainya kami di tujuan, kami menemui fasilitator kami yaitu mas ridho. Di sana kita diminta untuk menemukan sebuah surat yang berisi tugas yang akan kita kerjakan selanjutnya. Mas ridho memberikan clue bahwa surat tersebut berada disekitar lokasi kita berada. Kami dengan mudah dapat menebak dimana surat itu disembunyikan, karena ketika kami tiba dilokasi, kami sempat melihat mas ridho sedang berbicara di sebuah warung. Beberapa anggota kami menuju ke sana, tapi ternyata surat itu sudah di berikan pada tukang sapu yang tadi berdiri di dekat kami.
            Isi surat tersebut adalah “ Tugas kalian sekarang adalah “pasir waktu” “. Awalnya kami sempat kebingungan apakah kami diminta untuk membuat pasir waktu atau mencari makna dari pasir waktu seperti salah satu game yang kami dapat ketika kuliah. Diskusi kelompok untuk menentukan apa maksud dari tugas tadi dilakukan. Akhirnya kami memutuskan untuk berpencar mencari benda yang bisa menjadi pasir waktu.
            Namun sekembalinya kami, beberapa diantara kami berpikir bahwa itu bukan benda. Tapi persepsi kami tentang bagaimana kami membagi waktu sesuai prioritas. Akhirnya kami kembali membagi menjadi kelompok kecil untuk mewawancarai beberapa warga sekitar untuk mencari info seperti apa prioritas warga disekitar rusun tersebut.
            Meskipun kami yakin dengan apa yang akan kami bawa pulang, yaitu pemikiran kami tentang pasir waktu. Kami terganjal oleh ulah mas ridho yang hanya senyum senyum. Meski sempat bimbang, akhirnya kami memutuskan untuk tetap pada apa yang kami yakini.
            Ketika bersiap untuk pulang, Ilham berkata “ jangan terlalu berharap mendapat tumpangan gratis lagi”. Akhirnya kami memutuskan untuk sambil lalu berjalan seperti saat kita berangkat di awal tadi. Cukup jauh kami berjalan hingga ada beberapa anggota yang tertinggal. Setelah menunggu anggota yang dibelakang, saya melihat sebuah truk warna kuning. Setelah menanyakan pada kelompok, akhirnya kami setuju.
            Tampaknya keberuntungan kembali berpihak pada kami. Karena tujuan truk tersebut adalah teknik elektro ITS. Setelah saling tolong menolong untuk naik ke atas truk, saya turun untuk mengambil foto sebagai dokumentasi. Tapi setelah say selesai mengambil foto dan akan naik ke truk lewat sisi samping. Truk tersebut melaju pelan, sehingga kaki saya yang berpijak pada ban truk tergelincir. Untungnya saya sempat melompat dan meraih badan truk, jadinya saya bisa naik ke truk tersebut.
            Selama perjalanan banyak dari anggota kelompok kami yang tenyata pertama kali naik truk dan naik pick up. Salah satunya adalah Ayik, dia terlihat sangat senang bisa merasakan sensasi naik truk dan pick up. Begitu pula dengan Farroh yang berasal dari jakarta, dia bilang bahwa “ ini pertama dan terakhir kalinya saya naik pick up dan truk”.
            Finally kami sampai di sistem informasi meskipun kami bukan yang pertama sampai. Dengan uang yang masih utuh, anggota lengkap dan sehat. Saya senang bisa bergabung dengan kelompok ular ini.

0 komentar:

Posting Komentar